Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Periode Juli 2026 melalui Divisi Kewirausahaan melaksanakan program kerja digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bangunrejo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Program tersebut dilakukan dengan membantu pelaku UMKM membuat dan mendaftarkan titik lokasi usaha pada aplikasi Google Maps.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam mendorong pelaku UMKM agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat melalui teknologi digital. Dengan adanya titik lokasi di Google Maps, informasi mengenai lokasi usaha dapat diakses dengan lebih mudah oleh calon konsumen, baik masyarakat sekitar maupun konsumen dari luar desa.

Program digitalisasi UMKM tersebut dilaksanakan dengan melakukan pendataan terhadap sejumlah pelaku usaha di Desa Bangunrejo. Mahasiswa kemudian membantu proses pembuatan dan penambahan lokasi usaha pada Google Maps, mulai dari pengisian nama usaha, alamat, kategori usaha, hingga informasi pendukung lainnya.

Salah satu anggota Divisi Kewirausahaan KKN UIN Walisongo, Sandi, mengatakan bahwa digitalisasi UMKM diperlukan agar usaha masyarakat dapat mengikuti perkembangan teknologi dan memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas.

“Melalui pencantuman lokasi UMKM di Google Maps, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah menemukan lokasi usaha. Selain itu, pelaku UMKM juga memiliki identitas usaha yang lebih jelas di ruang digital sehingga dapat membantu meningkatkan peluang datangnya konsumen,” ujar Sandi.

Sementara itu, Hanum Trisa selaku anggota Divisi Kewirausahaan KKN UIN Walisongo menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada pembuatan titik lokasi, tetapi juga menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mengembangkan usaha.

“Banyak UMKM di desa yang sebenarnya memiliki produk yang bagus, tetapi belum memanfaatkan media digital secara maksimal. Karena itu, kami mencoba membantu dari hal sederhana, yaitu membuat lokasi usaha mereka dapat ditemukan di Google Maps. Harapannya, usaha mereka semakin dikenal dan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas,” jelas Hanum.

Menurutnya, pemanfaatan Google Maps dapat memberikan kemudahan bagi konsumen dalam mencari lokasi usaha, melihat informasi usaha, serta memperoleh petunjuk arah menuju tempat tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan visibilitas dan daya saing UMKM Desa Bangunrejo di tengah perkembangan ekonomi digital.

Program digitalisasi UMKM ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku usaha di Desa Bangunrejo. Mahasiswa KKN juga mendorong agar pelaku UMKM terus mengembangkan pemanfaatan teknologi digital, tidak hanya melalui Google Maps, tetapi juga melalui media sosial dan platform digital lainnya sebagai sarana promosi dan pemasaran.

Melalui program tersebut, Divisi Kewirausahaan KKN UIN Walisongo Semarang berharap digitalisasi sederhana yang dilakukan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Bangunrejo untuk semakin berkembang, dikenal masyarakat luas, dan mampu meningkatkan potensi ekonomi desa.

Cuaca