Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 189 melalui Divisi Sosial Lingkungan (Sosling) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Limbah Sampah Rumah Tangga dan Workshop Peduli Lingkungan di Desa Bangunrejo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jumat (28/08/2026). Kegiatan ini berkolaborasi dengan program kerja Desa Bangunrejo sebagai sarana edukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga serta pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Ketua Panitia Gus Nur Alif dan Kepala Desa Bangunrejo, Bapak H. Subur Solahudin, S.H. Selanjutnya, materi mengenai pengelolaan sampah disampaikan oleh Ibu Wiwik Yulianti, S.T., M.Ling., selaku narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup. Para ibu dan bapak diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah dan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga dengan baik.

“Sampah ada tiga, yaitu bosok (organik), rosok (anorganik), dan popok (residu). Yang harus dilakukan oleh pemerintah desa yaitu mendorong dan memfasilitasi pembangunan bank sampah, pendirian tempat pengelolaan sampah secara 3R, tempat pengolahan sampah terpadu, serta membentuk kelompok kerja petugas kebersihan dan pengolah sampah di tingkat RT, RW, desa sampai kecamatan,” ujar Ibu Wiwik.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan materi pemilahan sampah dan praktik pembuatan kompos yang disampaikan oleh Bapak Sutriatmo. Para ibu dan bapak diajak memahami cara memilah sampah serta memanfaatkan sampah rumah tangga yang dapat diolah menjadi kompos. Bapak Sutriatmo juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.

“Jangan sampai kebersihan lingkungan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi lingkungan sekitar juga harus dijaga agar tetap bersih. Contohnya, di Sungai Bangunrejo masih terdapat beberapa sampah. Mungkin sebagian sudah dibersihkan, tetapi tetangga desa masih ada yang membuang sampah sembarangan. Hal-hal kecil seperti mengurangi sampah dari bungkus plastik juga perlu diperhatikan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan di setiap RT ada pelopor yang dapat membuat kompos sekaligus mencontohkannya kepada masyarakat,” ujar Bapak Sutriatmo.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan kompos yang dipimpin langsung oleh Bapak Sutriatmo. Para ibu dan bapak mengikuti setiap tahapan dan diberikan kesempatan untuk bertanya terkait proses pembuatan kompos. Setelah praktik selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada Bapak Sutriatmo selaku narasumber workshop peduli lingkungan.

Selama kegiatan berlangsung, para ibu dan bapak mengikuti sosialisasi dan workshop dengan antusias. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pengelolaan dan pemilahan sampah, mampu mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos, serta turut menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.

Cuaca