KEMBANGKAN KREATIVITAS DAN PELUANG USAHA, MAHASISWA KKN UIN WALISONGO AJAK IBU-IBU PKK OLAH PEPAYA MUDA MENJADI PEPAYA MUSTOFA
Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Periode Juli 2026 mengadakan kegiatan pelatihan pengolahan pepaya muda menjadi Pepaya Mustofa bersama ibu-ibu PKK di Desa Bangunrejo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026 tersebut merupakan salah satu program kerja Divisi Kewirausahaan KKN UIN Walisongo Semarang. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi pangan lokal sekaligus mendorong kreativitas masyarakat dalam mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai tambah dan nilai ekonomi.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan mahasiswa KKN dan ibu-ibu PKK dalam praktik langsung pembuatan Pepaya Mustofa. Peserta mengikuti setiap tahapan pengolahan, mulai dari persiapan bahan, proses pemotongan dan pengolahan pepaya, hingga menghasilkan produk olahan yang siap dinikmati.
Selain memberikan pelatihan mengenai proses pembuatan Pepaya Mustofa, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan peluang pengembangan produk olahan berbasis potensi lokal. Mahasiswa KKN berharap keterampilan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan sebagai usaha rumahan oleh masyarakat.
Sandi, selaku anggota Divisi Kewirausahaan KKN UIN Walisongo Semarang, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat mengenai pemanfaatan bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
“Kami ingin mengajak ibu-ibu PKK untuk melihat bahwa bahan pangan sederhana seperti pepaya juga dapat diolah menjadi produk yang menarik dan memiliki nilai jual. Harapannya, keterampilan ini dapat dikembangkan menjadi peluang usaha,” ujar Sandi.
Senada dengan hal tersebut, Najwah, anggota Divisi Kewirausahaan KKN UIN Walisongo Semarang, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik pembuatan produk, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap ibu-ibu PKK dapat memperoleh pengalaman baru dalam mengolah pepaya sekaligus mendapatkan ide untuk mengembangkan produk olahan lokal yang berpotensi untuk dipasarkan,” tutur Najwah.
Antusiasme ibu-ibu PKK terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan Pepaya Mustofa dengan aktif dan turut berdiskusi mengenai proses pengolahan serta kemungkinan pengembangan produk tersebut.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang berharap masyarakat Desa Bangunrejo dapat semakin mengenali dan memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain meningkatkan keterampilan dalam pengolahan pangan, Pepaya Mustofa juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk rumahan yang memiliki nilai tambah dan membuka peluang usaha bagi masyarakat Desa Bangunrejo.
